Tampilkan postingan dengan label Aburizal Bakrie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aburizal Bakrie. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 November 2014

Ical Sebut Rapimnas Golkar Tetap akan Bahas Kepentingan Munas


Rapat Pleno DPP Golkar sudah memutuskan bahwa Rapimnas sama sekali tak menyentuh materi Munas. Namun Ketum Golkar Aburizal Bakrie mengatakan bahwa pokok pikiran Munas, yang menjadi ajang penentuan ketum, akan tetap dibahas di Rapimnas.

"Tentunya ada pokok-pokok pikiran yang akan disampaikan dalam Rapimnas nanti untuk kepentingan Munas. Ini masuk dalam acara Rapimnas," kata Ical di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (15/11/2014).

Rapimnas Partai Golkar rencananya akan berlangsung di Yogyakarta pada 18-19 November 2014 mendatang. Sebelumnya, Rapat Pleno DPP Golkar pada Kamis (13/11) lalu memutuskan bahwa Rapimnas sama sekali tak menyentuh materi Munas.

Pelaksanaan Munas pun disepakati pada Januari 2015, sehingga tak perlu lagi membahas waktu pelaksanaan bersama dengan DPD I. Pada Rapimnas nantinya hanya akan membahas isu-isu terkini.
Menurut Ical, selain membahas tentang Munas, Rapimnas juga akan membicarakan sikap Golkar terkait rencana kenaikan harga BBM.

"Banyak yang nanti dibahas, masalah kekininan. Bagaimana sikap Golkar terhadap adanya suatu berita bahwa ada kenaikan harga BBM di tengah harga minyak mentah menurun," ujar pria berusia 68 tahun tersebut.

Ical menuturkan bahwa Rapimnas juga akan membahas iklim politik di Indonesia saat ini. Perpecahaan dua kubu di DPR juga akan menjadi topik tersendiri.

Supported By:

Kamis, 13 November 2014

Mayoritas Peserta Pleno Golkar Tolak Rapimnas Sebelum Munas


Rapat Pleno DPP Golkar yang membahas mengenai penyelenggaraan Rapimnas masih mengalami tarik ulur. Mayoritas peserta pleno menolak penyelenggaraan Rapimnas.

"Mayoritas mutlak menilai materi-materi Rapimnas yg dijelaskan oleh ketua SC Nurdin Halid adalah materi Munas. Karena itu mayoritas peserta pleno yg bicara menolak," ujar Ketua DPP Golkar Hajriyanto Thohari di sela-sela pleno di Kantor Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (13/11/2014).

Namun Steering Committee (SC) tetap menjelaskan materi Rapimnas kepada peserta pleno. Secara bergantian para peserta pleno juga menyampaikan pandangan mereka terkait Rapimnas.

"Mayoritas peserta pleno yang bicara menolak rencana Rapimnas tersebut dan minta fokus saja ke Munas," imbuh mantan Wakil Ketua MPR tersebut.

Pleno berlangsung sejak pukul 20.30 WIB yang dipimpin oleh Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Sebanyak 199 dari 370 penguris DPP hadir dalam rapat ini.

Supported By:

Rabu, 12 November 2014

Agun Gunanjar: Ical Tak Ada Prestasinya, Jangan Jadi Caketum Golkar Lagi


Para caketum Golkar menilai Aburizal Bakrie (Ical) tak lagi layak mencalonkan kembali sebagai ketua umum. Salah satu caketum Agun Gunanjar menyebut Ical tak menorehkan prestasi menonjol semasa pimpin Golkar.

"Salah satu indikator mencalonkan diri jadi Ketum kan prestasi. Ical tidak ada prestasinya. Kami bukan bermaksud menjegal Ical karena sesama mencalonkan diri," ungkap Agun di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (12/11/2014).

Selain aspek minimnya prestasi, para caketum Golkar juga mempertimbangkan tren pemilih. Tentunya pada tahun 2019 mendatang akan muncul banyak pemilih baru.

"Para pemilih baru ini merupakan generasi yang tidak kenal masa lalu Golkar. Bayangkan kalau anak-anak muda memandang partai yang usia ketumnya jauh di atas mereka. Populasi pemilih hari ini saja banyak berubah," sebut Agun.

Pada Pemilu 2014 ini pun Golkar mengalami penurunan pemilih. Dari 108 anggota dewan di periode 2009-2014, menjadi 91 pada periode 2014-2019.

"Kita melihat partai ini akan semakin kecil saja,"pungkas Agun.

Supported By:

Kamis, 09 Oktober 2014

Ingin Lengserkan Ical, Senior Golkar Ancam Buat Kepanitiaan Munas Sendiri



www.ligaasia.com

Menganggap kepengurusan Aburizal Bakrie (Ical) sudah berakhir, pendiri dan politikus senior Golkar mendesak DPP partainya segera membentuk kepanitiaan Musyawarah Nasional (Munas). Jika desakan itu tak dipenuhi, maka para senior Golkar akan membentuk kepanitiaan sendiri.

Jika permintaan tersebut tidak diindahkan, maka kami akan mengisi kekosongan kekuasaan DPP Golkar dengan membentuk panitia Munas IX dan memilih kepengurusan masa bakti 2014-2019 berdasarkan konstitusi," kata politisi senior Golkar Zainal Bintang, dalam konferensi pers di Resto Pulau Dua, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2014).

Pendiri dan para politisi senior Golkar yang tergabung dalam Eksponen Ormas Tri Karya Golkar (EO-TKG) itu meminta Munas IX dilaksanakan selambat-lambatnya awal Desember 2014. Masa jabatan Ical dianggap sudah berakhir 9 Oktober 2014 pukul 00.00 WIB.

Apakah para senior Golkar sudah menyiapkan nama-nama yang akan ditunjuk menjadi panitia Munas?

Kita-kita saja. Kita juga menunggu usulan dari daerah," ujar Zainal.
EO-TKG meminta seluruh kader Golkar khususnya di wilayah Kabupaten dan Kota untuk merapatkan barisan dalam menegakkan konstitusi. Selama ini kader di DPD tingkat II itu dianggap tidak tersentuh DPP Golkar yang ada di Jakarta.

Supported By: