Tampilkan postingan dengan label Golkar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Golkar. Tampilkan semua postingan
Minggu, 11 Januari 2015
273 Anggota DPR Bolos Sidang Paripurna Perdana di 2015
Anggota DPR kembali bersidang setelah menjalani masa reses selama 1 bulan. Di sidang paripurna perdana tahun ini, sebanyak 273 orang anggota tidak hadir.
Sidang paripurna dimulai pukul 10.22 WIB di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2015). Sidang yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah beragendakan Pidato Ketua DPR RI untuk Pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2014-2015.
"Sidang paripurna dihadiri 282 dari 555 anggota, dihadiri oleh seluruh fraksi," kata Fahri. Dengan demikian, ada 273 anggota yang tidak hadir.
Di awal sidang, Fahri memimpin mengheningkan cipta untuk korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. Agenda pertama yaitu pelantikan anggota pengganti Antarwaktu DPR RI. Ferry K dari Fraksi Hanura dilantik untuk mengganti Saleh Husin yang kini menjabat sebagai Menteri Perindustrian.
Berikut adalah rincian jumlah anggota yang hadir setiap fraksi:
PDIP: 63 dari 109 anggota
PG: 47 dari 91
Gerindra: 38 dari 73
PD: 32 dari 61
PAN: 20 dari 48
PKB: 17 dari 47
PKS: 14 dari 40
PPP: 17 dari 39
Hanura: 12 dari 16
Nasdem: 22 dari 36
Supported By:
Ligaasia.com
Label:
Berita dalam negeri,
Berita luar negeri,
Berita Politik,
Berita Terbaru,
Berita tercepat,
Berita Terpercaya,
Berita Terpopuler,
DPR,
Golkar,
Hanura,
PDIP,
Sellytandiana889.blogspot.com
Sabtu, 13 Desember 2014
Yorrys Cs Bakal ke KPK dan Kejagung Minta Kasus Kader Golkar Diungkap
Waketum Golkar versi Munas Jakarta, Yorrys Raweyai, geram
kubu Ical menyerang pemerintah dengan menyebut penangkapan Ketua DPD Golkar
Jabar Irianto MS Syafiuddin alias Yance penuh muatan politis. Untuk mendukung
pemerintah, kubu Agung akan turun ke jalan mendukung upaya penuntasan sejumlah
kasus korupsi.
"Kita akan turun hari Rabu ke KPK dan Kejaksaan untuk
memberikan dukungan penuntasan kasus terkait penyelundupan BlackBerry, e-KTP,
pembangunan kantor kejaksaan, alkes Banten, kasus di Gorontalo, KPC. Itu semua
harus dibongkar," kata Yorrys di Jakarta, Minggu (14/12/2014).
Pada kasus-kasus yang disebut Yorrys, ada dugaan
keterlibatan sejumlah kader Golkar kubu Ical. Yorrys mendukung KPK dan
Kejaksaan mengungkap kasus-kasus tersebut.
"Kita akan bersama sejumlah organisasi masyarakat dan
aktivis antikorupsi," ujar Yorrys.
Bendahara Umum Golkar hasil Munas Bali, Bambang Soesatyo,
menerangkan partainya memberi perlakuan berbeda untuk dua kader Golkar yang
ditangkap karena kasus dugaan korupsi, yaitu Ketua DPD Golkar NTB Zaini Arony
yang ditangkap KPK dan Ketua DPD Golkar Jabar Yance. Zaini akan segera dipecat,
sedangkan Yance menunggu putusan tetap pengadilan.
"Itu (Zaini) murni hukum, kita percaya KPK. Kalau yang
di Kejagung kita curiga muatan politisnya tinggi," kata Bambang hari ini.
Sebelumnya, Ketua DPP Golkar hasil Munas Jakarta Indra J
Piliang juga mengungkap banyaknya kader Golkar yang potensial menjadi
tersangka. Indra mengedepankan pentingkan revitalisasi pembersihan pengurus
Golkar yang terindikasi korup.
Supported By:
Label:
Berita dalam negeri,
Berita luar negeri,
Berita Politik,
Berita Terbaru,
Berita tercepat,
Berita Terpercaya,
Berita Terpopuler,
Golkar,
KPK,
Sellytandiana889.blogspot.com,
Yance,
Yorrys
Senin, 08 Desember 2014
Mendagri Tjahjo Tegaskan Pemerintah Tak Intervensi Konflik Golkar
Pemerintah dituding ikut campur dalam kisruh di tubuh Partai
Golkar. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo membantah tudingan itu.
Tjahjo mengatakan dirinya tidak pernah menghadiri undangan
Munas Golkar baik di Bali maupun di Jakarta. Dia pun mengaku heran jika disebut
ada campur tangan pemerintah dalam kisruh partai berlambang pohon beringin itu.
"Di mana campur tangannya? Aku hadir aja nggak,
undangannya juga nggak ada. Nggak ada undangan di Bali, yang di Jakarta
juga," ujar Tjahjo di Kantor Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta
Pusat, Selasa (9/12/2014).
Tjahjo mengatakan beda halnya saat dia menghadiri acara
Muktamar PPP di Surabaya. Saat itu statusnya masih sebagai Sekjen PDIP.
"Kalau dulu waktu PPP, saya sebagai sekjen partai,
belum pemerintah. Kan boleh-boleh saja," katanya.
"Kok lalu ditulis kursinya 'Tjahjo Kumolo', padahalkan
kursinya yang hadir," tambah Tjahjo.
Tjahjo pun bingung jika disebut pihaknya ikut campur. Dia
pun meminta untuk bertanya saja ke pihak Golkar.
"Jadi, tanya ke mereka (Golkar), kok tanya saya,"
jawab Tjahjo saat ditanya soal pemerintah disebut ikut intervensi soal Golkar.
Supported By:
Minggu, 07 Desember 2014
Munas Jakarta Daftarkan Kepengurusan Baru Golkar ke Kemenkum HAM Besok
Munas Partai Golkar IX versi Presidium Penyelamat Partai
bergerak cepat untuk mendaftarkan kepengurusan ke Kementerian Hukum dan HAM.
Mereka akan mendaftar besok, setelah munas selesai digelar malam ini.
"Langsung besok diserahkan," kata pimpinan sidang
Munas IX Jakarta Leo Nababan kepada wartawan di sela munas, di Hotel Mercure,
Ancol, Jakarta Utara, Minggu (7/12/2014).
Leo menjabarkan, sore ini Munas akan menyelesaikan rapat
komisi-komisi yang telah digelar dalam tiga forum berbeda. Lalu dilanjutkan
dengan paripurna hasil rapat komisi, yang diperkirakan selesai pada magrib
ini.
"Selesai komisi, saya pimpinan sidang memastikan malam
ini (pemilihan ketua umum -red)," ujar Wasekjen Golkar yang dipecat Ical
itu.
Leo menuturkan, jam berapapun selesai pemilihan ketua umum,
Senin (8/12) besok pengurus baru akan langsung mendaftarkan perubahan
kepengurusan itu kepada Kemenkum HAM.
"Hasil munas siang besok sudah diangkat ke Menkum
HAM," tuturnya.
Sementara soal kubu Aburizal yang juga mendaftarkan
kepengurusan hasil Munas Bali, Leo mempersilakan kepada pemerintah menentukan
kepengurusan yang sah.
"Silakan itu hak mereka (kubu Ical mendaftarkan
kepengurusan -red). Biar pemerintah tentukan siapa yang sesuai
konstitusi," tegasnya.
Supported By:
Jumat, 05 Desember 2014
Priyo: Lebih dari 300 DPD Golkar Berdatangan ke Ancol
Presidium Penyelamat Partai Golkar menggelar silaturahim
dengan DPD I dan DPD II Golkar di Hotel Mercure Ancol. Sudah lebih dari 300
pemilik suara dari DPD I dan II berdatangan, akankah forum ini disulap jadi
Munas?
"Lebih dari 300 DPD II dan beberapa DPD I sudah
berduyun-duyun ke Ancol. Mereka merasa miris dengan cara-cara yang mencemari
Partai Golkar. Mereka datang untuk kembali menegakkan nilai-nilai yang sudah
ternodai Munas Bali," kata anggota Presidium Penyelamat Golkar, Priyo Budi
Santoso, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (6/12/2014).
Presidium memang tengah memantapkan persiapan Munas penyelamatan
Golkar. Namun dijadwalkan akan digelar Januari 2015. Meski demikian bisa saja
waktunya dimajukan karena ada sinyal positif setelah Presidium bertemu Wapres
Jusuf Kalla.
"Wapres sangat positif demi demokrasi di Golkar dan itu
menguatkan itikad kita menyelenggarakan Munas," kata Priyo.
"Saya juga berterimakasih kepada aparat keamanan dan
menteri kabinet yang bersedia mensupport keamanan Munas di Jakarta ini sehingga
menghindarkan Golkar dari tabiat jahat yang mencemari partai beringin,"
lanjutnya.
Priyo mengajak DPD I dan II Golkar yang lain untuk
bergabung. Dia meyakinkan tak akan ada pemecatan karena hasil Munas Golkar kubu
Aburizal Bakrie di Bali juga belum diakui pemerintah.
"Kepada para ketua DPD I dan DPD II untuk tetap tenang
karena tidak bakalan ada pemecatan. Karena kepengurusan hasil Munas Bali belum
disahkan Kemenkum HAM dan tak punya wewenang untuk memecat," pungkasnya.
Supported By:
Ini Sikap Tegas SBY Tak Mau Kerjasama dengan KMP di DPR
Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono
kecewa dengan sikap Golkar yang menolak Perppu tentang Pilkada langsung. Sinyal
PD bakal merapat ke Koalisi Indonesia Hebat semakin kuat.
Keputusan Munas Golkar yang menolak Perppu Pilkada langsung
tersebut langsung didukung oleh sejumlah parpol anggota KMP seperti PKS dan
Gerindra. SBY merespons sikap nyeleneh KMP itu dengan tegas.
Sembari membeberkan perjanjian KMP dengan PD terkait Perppu
Pilkada langsung, SBY mengungkit perjanjian kerjasama antara KMP dan PD di
parlemen. Syarat mutlak PD mau bersama KMP di kepemimpinan DPR dan MPR adalah
komitmen untuk menyetujui Perppu Pilkada langsung yang dikeluarkan SBY.
"Kini, secara sepihak Partai Golkar menolak Perppu,
berarti mengingkari kesepakatan yang telah dibuat. Bagi saya hal begini amat
prinsip," kata SBY meluapkan kekecewaannya melalui twitter, Kamis
(4/12/2014) malam.
SBY kemudian menegaskan sikap PD tak mau bekerjasama lagi
dengan parpol yang menurutnya tak konsisten dan mengingkari kesepakatan. Tanda
ini jelas menegaskan PD tak sudi lagi bekerjasama dengan KMP di DPR.
"Tidak mungkin PD bisa bekerja sama dengan pihak-pihak
yang tidak konsisten, ingkar kesepakatan dan meninggalkan komitmen begitu
saja," katanya.
Benar saja, SBY langsung memanggil Ketua Harian DPP PD
Syarief Hasan. SBY langsung menginstruksikan Syarief berkomunikasi dengan
Koalisi Indonesia Hebat. Untuk sementara pembahasannya baru seputar bagaimana
menyetujui Perpu Pilkada langsung.
"Tadi pagi saya komunikasi. Ya pokoknya sama KIH-lah.
Mereka mendukung Pilkada langsung," kata Ketua Harian DPP Demokrat Syarief
Hasan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2014).
Lalu apakah kerjasama PD dengan KIH ini bakal menjadi
koalisi yang lebih permanen lagi? Dinamika politik di DPR pun semakin menarik
karena manuver PD merapat ke KIH bakal mengubah peta politik di Senayan.
Supported By:
Label:
Berita dalam negeri,
Berita luar negeri,
Berita Politik,
Berita Terbaru,
Berita tercepat,
Berita Terpercaya,
Berita Terpopuler,
Demokrat,
Golkar,
SBY,
Sellytandiana889.blogspot.com
Selasa, 18 November 2014
DPD I Dukung Munas Golkar Dipercepat Agar Tak Ada Konflik di Daerah
Ketua DPD I Golkar Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae mengklaim
mayoritas pengurus DPD I menginginkan percepatan pelaksanaan Musyawarah
Nasional (Munas). Percepatan Munas untuk memilih ketum baru Golkar dianggap
penting agar tidak terjadi perpecahan kubu di pengurus daerah.
"Mayoritas DPD I menghendaki Munas digelar paling
lambat akhir November 2014 supaya di daerah tidak pecah," kata Ridwan Bae
saat dihubungi, Selasa (18/11/2014) malam.
Ridwan menyebut pengurus daerah khawatir berbeda pandangan
soal calon ketum. Sebab pada pandangan umum DPD I diklaim sejumlah pengurus
termasuk Ridwan, mendukung Aburizal Bakrie kembali maju mencalonkan diri.
"Nanti kalau 7 calon lain mengunjungi DPD I dan DPD II
maka akan membingungkan, akan ada perbedaan di lapangan. Konflik internal ini
berbahaya kalau terlalu lama dibiarkan," sambung Ridwan.
Di internal Golkar ada 7 orang yang hendak maju dalam
persaingan perebutan kursi ketum. Mereka adalah Agung Laksono, Priyo Budi
Santoso, Agus Gumiwang Kartasasmita, Zainuddin Amali, MS Hidayat, Hajriyanto Y
Thohari.
"Untuk menghindari situasi konflik di daerah, kami
minta Munas paling lambat 30 November. Itu sudah disampaikan di forum pandangan
umum Rapimnas," tegas Ridwan.
Sebelumnya Ketua DPD I Golkar Yogyakarta, Gandung Parjiman
mengklaim mayoritas DPD Tingkat I meminta Munas dipercepat. Dalam pandangan
umum yang disampaikan, mereka juga mendukung Ical mencalonkan diri kembali
menajdi ketum.
Supported By:
Sabtu, 15 November 2014
Ical Sebut Rapimnas Golkar Tetap akan Bahas Kepentingan Munas
Rapat Pleno DPP Golkar sudah memutuskan bahwa Rapimnas sama
sekali tak menyentuh materi Munas. Namun Ketum Golkar Aburizal Bakrie
mengatakan bahwa pokok pikiran Munas, yang menjadi ajang penentuan ketum, akan
tetap dibahas di Rapimnas.
"Tentunya ada pokok-pokok pikiran yang akan disampaikan
dalam Rapimnas nanti untuk kepentingan Munas. Ini masuk dalam acara
Rapimnas," kata Ical di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu
(15/11/2014).
Rapimnas Partai Golkar rencananya akan berlangsung di
Yogyakarta pada 18-19 November 2014 mendatang. Sebelumnya, Rapat Pleno DPP
Golkar pada Kamis (13/11) lalu memutuskan bahwa Rapimnas sama sekali tak
menyentuh materi Munas.
Pelaksanaan Munas pun disepakati pada Januari 2015, sehingga
tak perlu lagi membahas waktu pelaksanaan bersama dengan DPD I. Pada Rapimnas
nantinya hanya akan membahas isu-isu terkini.
Menurut Ical, selain membahas tentang Munas, Rapimnas juga
akan membicarakan sikap Golkar terkait rencana kenaikan harga BBM.
"Banyak yang nanti dibahas, masalah kekininan.
Bagaimana sikap Golkar terhadap adanya suatu berita bahwa ada kenaikan harga
BBM di tengah harga minyak mentah menurun," ujar pria berusia 68 tahun
tersebut.
Ical menuturkan bahwa Rapimnas juga akan membahas iklim
politik di Indonesia saat ini. Perpecahaan dua kubu di DPR juga akan menjadi
topik tersendiri.
Supported By:
Label:
Aburizal Bakrie,
Berita dalam negeri,
Berita luar negeri,
Berita Politik,
Berita Terbaru,
Berita tercepat,
Berita Terpercaya,
Berita Terpopuler,
DPD,
DPP,
Golkar,
Rapimnas
Kamis, 13 November 2014
Mayoritas Peserta Pleno Golkar Tolak Rapimnas Sebelum Munas
Rapat Pleno DPP Golkar yang membahas mengenai
penyelenggaraan Rapimnas masih mengalami tarik ulur. Mayoritas peserta pleno
menolak penyelenggaraan Rapimnas.
"Mayoritas mutlak menilai materi-materi Rapimnas yg
dijelaskan oleh ketua SC Nurdin Halid adalah materi Munas. Karena itu mayoritas
peserta pleno yg bicara menolak," ujar Ketua DPP Golkar Hajriyanto Thohari
di sela-sela pleno di Kantor Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta
Barat, Kamis (13/11/2014).
Namun Steering Committee (SC) tetap menjelaskan materi
Rapimnas kepada peserta pleno. Secara bergantian para peserta pleno juga
menyampaikan pandangan mereka terkait Rapimnas.
"Mayoritas peserta pleno yang bicara menolak rencana
Rapimnas tersebut dan minta fokus saja ke Munas," imbuh mantan Wakil Ketua
MPR tersebut.
Pleno berlangsung sejak pukul 20.30 WIB yang dipimpin oleh
Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Sebanyak 199 dari 370 penguris DPP hadir
dalam rapat ini.
Supported By:
Label:
Aburizal Bakrie,
Berita dalam negeri,
Berita luar negeri,
Berita Politik,
Berita Terbaru,
Berita tercepat,
Berita Terpercaya,
Berita Terpopuler,
DPP,
Golkar
Rabu, 12 November 2014
Agun Gunanjar: Ical Tak Ada Prestasinya, Jangan Jadi Caketum Golkar Lagi
Para caketum Golkar menilai Aburizal Bakrie (Ical) tak lagi
layak mencalonkan kembali sebagai ketua umum. Salah satu caketum Agun Gunanjar
menyebut Ical tak menorehkan prestasi menonjol semasa pimpin Golkar.
"Salah satu indikator mencalonkan diri jadi Ketum kan
prestasi. Ical tidak ada prestasinya. Kami bukan bermaksud menjegal Ical karena
sesama mencalonkan diri," ungkap Agun di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek
Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (12/11/2014).
Selain aspek minimnya prestasi, para caketum Golkar juga
mempertimbangkan tren pemilih. Tentunya pada tahun 2019 mendatang akan muncul
banyak pemilih baru.
"Para pemilih baru ini merupakan generasi yang tidak
kenal masa lalu Golkar. Bayangkan kalau anak-anak muda memandang partai yang
usia ketumnya jauh di atas mereka. Populasi pemilih hari ini saja banyak
berubah," sebut Agun.
Pada Pemilu 2014 ini pun Golkar mengalami penurunan pemilih.
Dari 108 anggota dewan di periode 2009-2014, menjadi 91 pada periode 2014-2019.
"Kita melihat partai ini akan semakin kecil
saja,"pungkas Agun.
Supported By:
Label:
Aburizal Bakrie,
Agun Gunanjar,
Berita dalam negeri,
Berita luar negeri,
Berita Politik,
Berita Terbaru,
Berita tercepat,
Berita Terpercaya,
Berita Terpopuler,
DPP,
Golkar
Kamis, 09 Oktober 2014
Ingin Lengserkan Ical, Senior Golkar Ancam Buat Kepanitiaan Munas Sendiri
Menganggap kepengurusan Aburizal Bakrie (Ical) sudah
berakhir, pendiri dan politikus senior Golkar mendesak DPP partainya segera
membentuk kepanitiaan Musyawarah Nasional (Munas). Jika desakan itu tak
dipenuhi, maka para senior Golkar akan membentuk kepanitiaan sendiri.
Jika permintaan tersebut tidak diindahkan, maka kami akan
mengisi kekosongan kekuasaan DPP Golkar dengan membentuk panitia Munas IX dan
memilih kepengurusan masa bakti 2014-2019 berdasarkan konstitusi," kata
politisi senior Golkar Zainal Bintang, dalam konferensi pers di Resto Pulau
Dua, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2014).
Pendiri dan para politisi senior Golkar yang tergabung dalam
Eksponen Ormas Tri Karya Golkar (EO-TKG) itu meminta Munas IX dilaksanakan
selambat-lambatnya awal Desember 2014. Masa jabatan Ical dianggap sudah
berakhir 9 Oktober 2014 pukul 00.00 WIB.
Apakah para senior Golkar sudah menyiapkan nama-nama yang
akan ditunjuk menjadi panitia Munas?
Kita-kita saja. Kita juga menunggu usulan dari daerah,"
ujar Zainal.
EO-TKG meminta seluruh kader Golkar khususnya di wilayah
Kabupaten dan Kota untuk merapatkan barisan dalam menegakkan konstitusi. Selama
ini kader di DPD tingkat II itu dianggap tidak tersentuh DPP Golkar yang ada di
Jakarta.
Supported By:
Label:
Aburizal Bakrie,
Berita dalam negeri,
Berita luar negeri,
Berita Politik,
Berita Terbaru,
Berita tercepat,
Berita Terpercaya,
Berita Terpopuler,
Golkar,
Munas
Rabu, 01 Oktober 2014
Hari Pertama, DPR Sudah Ribut Soal Waktu Pemilihan Pimpinan DPR
Jakarta - Partai Golkar mengusung Setya Novanto sebagai
Ketua DPR dari Koalisi Merah Putih. Partai Gerindra sebagai sesama anggota
koalisi belum mau berkomentar lebih lanjut.
Itu nanti," kata Waketum Partai Gerindra Fadli Zon di
Gedung DPR, Senayan, Rabu (1/10/2014).
Gerindra sendiri sudah mengusung Fadli Zon sebagai wakil
ketua DPR. Masing-masing paket pimpinan DPR berisi calon dari 5 fraksi.
Sebelumnya Wakil Bendum Golkar Bambang Soesatyo sudah
menyebut nama Setya Novanto sebagai Ketua DPR.
Mas Setya Novanto (ketua DPR) pemilihannya nanti
malam," kata Bambang.
Supported By:
Label:
Berita dalam negeri,
Berita luar negeri,
Berita Politik,
Berita Terbaru,
Berita tercepat,
Berita Terpercaya,
Berita Terpopuler,
DPR,
Fadli Zon,
Golkar,
Setya Novanto
Selasa, 30 September 2014
Diusulkan Jadi Pimpinan MPR, Titiek Soeharto: Saya Ikut Kata Ketum Golkar
Jakarta - Titiek Soeharto masuk bursa wakil ketua MPR dari
Golkar. Putri ke-4 Soeharto ini bersedia jika memang partainya memutuskan
demikian.
Ada yang ngusulin saja. Saya mah ikut aja, apa kata Ketua
Umum saja," kata Titiek kepada wartawan usai mengikuti gladi resik
pelantikan anggota DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa
(30/9/2014).
Titiek yang mengenakan batik dominan warna biru ini siap
jika memang diberi amanah jadi pimpinan DPR. Dia berjanji akan mengemban amanah
dengan baik.
"Dipercaya rakyat harus kerja keras," ujar mantan
istri Prabowo ini.
Soal komisi DPR yang ingin dihuninya, Titiek memiliki hasrat
duduk di Komisi IV yang mengurus masalah pertanian dan pangan.
"Insya Allah di Komisi IV ya, pertanian," tutur
ibu satu anak ini.
Nama Titiek disebut dalam rapat pleno DPP Golkar yang
menentukan nama untuk calon ketua DPR dan MPR pada Sabtu (27/9) lalu.
"Jadi kalau untuk calon pimpinan MPR itu ada Bu Titiek Soeharto, Pak Agun
(Gunanjar), Pak Rambe, dan Pak Mahyuddin," ujar Waketum Golkar Fadel Muhammad
usai rapat di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat.
Supported By:
Label:
Berita dalam negeri,
Berita luar negeri,
Berita Politik,
Berita Terbaru,
Berita tercepat,
Berita Terpercaya,
Berita Terpopuler,
Golkar,
MPR,
Prabowo Subianto,
Titiek Soeharto
Langganan:
Postingan (Atom)
