Tampilkan postingan dengan label Jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jokowi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Januari 2015

Jokowi: Prabowo Berikan Dukungan Penuh kepada Pemerintah


Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan singkat dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Istana Bogor. Pertemuan perdana keduanya sejak Jokowi jadi RI-1 tersebut sangat penting, Prabowo menegaskan dukungannya ke pemerintahan Jokowi-JK.

"Saya kira yang pertama tadi beliau menyampaikan memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan yang sekarang," kata Jokowi dalam konferensi pers usai pertemuan tersebut, di Istana Bogor, Kamis (29/1/2015) pukul 15.00 WIB.

Dalam pertemuan tersebut Jokowi dan Prabowo sama-sama mengenakan batik lengan panjang. Prabowo mengenakan batik cokelat sementara Jokowi mengenakan batik hijau.

Ada hal lain yang dibahas keduanya yakni rencana pertemuan kembali pada bulan Februari 2015 mendatang. Pertemuan tersebut terkait Ikatan Pencak Silat Indonesia yang kebetulan ketuanya adalah Prabowo Subianto.

"Kemudian yang kedua juga menyampaikan ikatan pencak silat yang nantinya pada bulan Februari akan bertemu dengan saya lagi di Istana," kata Jokowi.

Supported By:

Senin, 26 Januari 2015

Apa Tujuan Bentuk Tim Independen? Jokowi: Makin Banyak Masukan Makin Baik




Presiden Jokowi baru saja membentuk Tim independen untuk meredam kisruh KPK Vs Polri yang terdiri dari 8 orang. Jokowi mengatakan semakin banyak yang memberi masukan disamping Wantimpres semakin baik.

"Ya kan enggak apa-apa kan, Wantimpres juga kasih pertimbangan kemudian dari tim juga berikan masukan-masukan. Semakin banyak masukan semakin baik," jelas Jokowi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2015).

Apakah Tim Independen nantinya perlu Keppres?
"Ya nanti dilihat," terang Jokowi sambil terkekeh.

Presiden Joko Widodo mengundang 7 tokoh pada Minggu (25/1) malam untuk memberikan masukan terkait ketegangan Polri dan KPK‎. Adapun anggotanya antara lain Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie, mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas, mantan Wakapolri Komjen (purn) Oegroseno, pengamat kepolisian dan akademisi Bambang Widodo Umar, Guru Besar Hukum Internasional UI yang juga mantan Tim-8 kasus cicak vs Buaya Hikmahanto Juwana, mantan pimpinan KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, dan Buya Syafii Maarif.

Supported By:

Minggu, 25 Januari 2015

Jokowi: KPK dan Polri Tidak Boleh Merasa Sok di Atas Hukum!




Presiden Joko Widodo meminta kedua institusi penegak hukum yang tengah bersitegang, KPK dan Polri, untuk menjaga wibawa masing-masing institusi penegak hukum. Presiden meminta keduanya tidak boleh bertidak semena-mena dengan mengatasnamakan hukum.

"KPK dan Polri harus bahu membahu bekerjasama memberantas korupsi. Biarkan KPK bekerja, biarkan Polri bekerja, dan semuanya tidak boleh merasa sok di atas hukum," ujar Jokowi dalam jumpa pers di Istana Negara, Minggu (25/1/2015) malam.

Jokowi juga meminta agar KPK dan Polri bertindak sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Keduanya harus membuktikan bahwa mereka telah bertindak benar sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku," pintanya.

"Sekali lagi, proses hukum harus transparan, harus terang benderang, dan jangan sampai ada kriminalisasi," tutupnya.

Supported By: