Tampilkan postingan dengan label Prabowo Subianto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prabowo Subianto. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Januari 2015

Jokowi: Prabowo Berikan Dukungan Penuh kepada Pemerintah


Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan singkat dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Istana Bogor. Pertemuan perdana keduanya sejak Jokowi jadi RI-1 tersebut sangat penting, Prabowo menegaskan dukungannya ke pemerintahan Jokowi-JK.

"Saya kira yang pertama tadi beliau menyampaikan memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan yang sekarang," kata Jokowi dalam konferensi pers usai pertemuan tersebut, di Istana Bogor, Kamis (29/1/2015) pukul 15.00 WIB.

Dalam pertemuan tersebut Jokowi dan Prabowo sama-sama mengenakan batik lengan panjang. Prabowo mengenakan batik cokelat sementara Jokowi mengenakan batik hijau.

Ada hal lain yang dibahas keduanya yakni rencana pertemuan kembali pada bulan Februari 2015 mendatang. Pertemuan tersebut terkait Ikatan Pencak Silat Indonesia yang kebetulan ketuanya adalah Prabowo Subianto.

"Kemudian yang kedua juga menyampaikan ikatan pencak silat yang nantinya pada bulan Februari akan bertemu dengan saya lagi di Istana," kata Jokowi.

Supported By:

Jumat, 03 Oktober 2014

Kubu Jokowi Tak Gentar Meski 'Dikepung' di DPR



www.ligaasia.com

Secara matematik kekuatan kubu Koalisi Indonesia Hebat di Dewan Perwakilan Rakyat kalah oleh Koalisi Merah Putih. Saat ini kekuatan Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo 
 Subianto-Hatta Rajasa menguasai separuh lebih di parlemen, yakni 352 kursi. Terdiri dari Golkar (91 kursi), Gerindra (73), PKS (40), PPP (39), PAN (48), dan Demokrat (61).

Sementara Koalisi Indonesia Hebat yang mengusung Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla hanya menguasai 208 kursi yang terdiri dari; PDIP (109), PKB (47), NasDem (36), dan Hanura (16). Walhasil empat kali 'pertarungan' di DPR, Koalisi Indonesia Hebat kalah telak dari Koalisi Merah Putih.

Terakhir kubu Jokowi-JK kalah dalam perebutan pimpinan DPR. Sejumlah pengamat menilai dominasi kekuatan kubu lawan politik di DPR akan menjadi masalah bagi pemerintahan Jokowi-JK. Namun PDI perjuangan dan partai pengusung Jokowi-JK tak merasa gentar.

Kami berpolitik ini apa adanya, sejak dulu sudah biasa dikepung," kata mantan Deputi Tim Transisi Jokowi-JK Hasto Kristiyanto di Rumah Transisi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2014).

Apalagi menurut Hasto kursi pimpinan DPR saat ini bukanlah kunci. Dia mencontohkan saat Marzuki Alie menjadi Ketua DPR. Mestinya dengan menjadi Ketua DPR, Partai Demokrat bisa mendapat perolehan suara yang besar di pemilihan anggota legislatif April lalu.

Faktanya kan kekuatan rakyatlah yang menentukan. Sehingga kami menghormati DPR, kami menempatkan DPR pada peran yang sangat penting di dalam sistem politik nasional kita, termasuk hubungan kelembagaan antara eksekutif dan legislatif. Tetapi dalam perspektif ini, DPR itu kedaulatannya berada di tangan anggota bukan berada di pimpinan," papar Hasto.


Supported By:

Selasa, 30 September 2014

Diusulkan Jadi Pimpinan MPR, Titiek Soeharto: Saya Ikut Kata Ketum Golkar




Jakarta - Titiek Soeharto masuk bursa wakil ketua MPR dari Golkar. Putri ke-4 Soeharto ini bersedia jika memang partainya memutuskan demikian.

Ada yang ngusulin saja. Saya mah ikut aja, apa kata Ketua Umum saja," kata Titiek kepada wartawan usai mengikuti gladi resik pelantikan anggota DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/9/2014).

Titiek yang mengenakan batik dominan warna biru ini siap jika memang diberi amanah jadi pimpinan DPR. Dia berjanji akan mengemban amanah dengan baik.

"Dipercaya rakyat harus kerja keras," ujar mantan istri Prabowo ini.

Soal komisi DPR yang ingin dihuninya, Titiek memiliki hasrat duduk di Komisi IV yang mengurus masalah pertanian dan pangan.

"Insya Allah di Komisi IV ya, pertanian," tutur ibu satu anak ini.

Nama Titiek disebut dalam rapat pleno DPP Golkar yang menentukan nama untuk calon ketua DPR dan MPR pada Sabtu (27/9) lalu. "Jadi kalau untuk calon pimpinan MPR itu ada Bu Titiek Soeharto, Pak Agun (Gunanjar), Pak Rambe, dan Pak Mahyuddin," ujar Waketum Golkar Fadel Muhammad usai rapat di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat.

Supported By: