Tampilkan postingan dengan label Ligaasia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ligaasia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Oktober 2014

Tak Hadiri Perpisahan CT, Dahlan Pilih Jadi Saksi Nikah Raffi Ahmad


www.ligaasia.com


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, absen dalam seremoni perpisahan Menko Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung, Jumat (17/10/2014).

Saya terlanjur janji, sudah lama, jadi saksi kawin.
Ditanya mengenai performa CT, mantan bos PT PLN (Persero) itu hanya menjawab singkat. "Beliau toooopp," kata Dahlan.

Sementara itu, di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Staf Ahli Menteri BUMN, Abdul Aziz membenarkan bahwa Dahlan tidak hadir dalam seremoni siang ini. "Pak Dahlan kan sudah janji jadi saksi pernikahan Raffi-Gigi, sudah tiga bulan lalu," kata dia.

Pantauan Kompas.com, matan Menko Hatta Rajasa terlihat menghadiri perpisahan CT. Ditanya wartawan mengenai jabatan yang telah ditawarkan padanya, Hatta hanya berseloroh. "Kursi apa? Kursi saya di rumah sudah banyak, (masa) ditawarin lagi," ujar pendamping Prabowo Subianto itu dalam pilpres beberapa waktu lalu itu.

Selain Hatta, hadir pula Wamenhub Bambang Susantono, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri KKP Cicip S Soetardjo, serta Kepala BPS Suryamin.

Supported By:

Selasa, 14 Oktober 2014

Ahok Bertanya ke Polisi: Orang Ricuh Demo Kok Nggak Ditembak Sih?




Pendemo yang anarkis di Jakarta perlu diberi pelajaran agar jera. Itulah pendapat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang ingin para pelaku kericuhan dilumpuhkan.

"Saya sepakat dengan Wakapolda (Brigjen Sudjarno). Jadi bukan saya bilang mau tembak-tembak saja. Kadang mesti dilumpuhkan supaya orang kapok. Saya kadang iseng tanya, nanya ke polisi, orang ricuh demo kok enggak ditembak sih? Saya kira perlu sekali-sekali demo anarkis dikasih pelajaran juga," kata Ahok saat memberikan sambutan dalam acara Revitalisasi Kring Serse Polda 
Metro Jaya yang digelar di Gedung Econvention di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/10/2014).

Namun Ahok mahfum prosedur tetap polisi membubarkan massa anarkis dengan menggunakan bom air dan gas air mata. Apalagi ada anggapan umum bahwa pendemo yang tertembak dianggap sebagai korban pelanggaran HAM, sementara jika aparat yang gugur dianggap sebagai risiko tugas.

Ahok mempunyai pandangan tersendiri soal penegakan HAM dan mengatasi anarkisme. "Ketika saya ditanya, 'kalau Anda diserbu, apa yang Anda lakukan? Apakah Anda biarkan atau lari?' Saya bilang tidak, saya tidak mau mahasiswa hanya nanti pasang lilin, berduka cita seorang gubernur terguling di Balai Kota, diserbu oleh demonstran yang anarkis. Yang akan saya lakukan, saya bakar hidup-hidup mereka. Kalau melanggar HAM, masih ada proses pengadilan," ungkap Ahok.

"Tidak bisa simbol negara kalah oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan apa pun. Agama atau apa pun untuk melakukan anarkis. Kalau mereka anarkis saya akan katakan lawan. Jadi tidak ada pilihan," lanjut dia.

Supported By:

Jumat, 10 Oktober 2014

FPI Kembali Demo Tolak Ahok Siang Ini



www.ligaasia.com

Front Pembela Islam (FPI) rencananya akan kembali menggelar aksi penolakan Basuki Thahaja Purnama (Ahok) menjadi Gubernur DKI Jakarta. Demo FPI akan tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) akan digelar di depan gedung DPRD DKI Jakarta pada pukul 14.00 WIB siang ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, FPI telah melayangkan pemberitahuan ke polisi terkait rencana aksi tersebut. Polisi akan menjaga dengan ketat.
"Ada 450 personel anggota polisi yang dikerahkan untuk menjaga demo itu. Sesuai pemberitahuan, ada 200 orang gabungan dengan FUI pimpinan Ustadz Subhan, demonya menolak Ahok," kata Rikwanto, Jumat (10/10/2014).

Lanjut Rikwanto, kepolisian akan akan bertindak tegas bila aksi anarkis terulang. Kendati begitu, dia berharap unjuk rasa dapat berlangsung dengan tertib tanpa ada perilaku anarkis.

Pekan lalu, pada hari yang sama Jumat (3/10) demo FPI di depan gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta berakhir rusuh. Massa FPI melempari polisi yang bertahan di dalam gerbang masuk gedung DPRD dengan batu. Tak selesai di gedung DPRD DKI, massa FPI juga demo menolak di depan Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan. Seperti di depan DPRD, massa juga melempari polisi di depan 

Balai Kota dengan batu. Polisi terpaksa membubarkan ratusan massa tersebut dengan water cannon.
Belasan polisi terluka terkena lemparan batu. Sejumlah mobil anggota DPRD juga rusak. Polisi akhirnya mengamankan sekitar 21 anggota FPI. Kordinator lapangan FPI Habib Novel Bamukmin akhirnya menyerahkan diri 6 hari pasca keusuhan setelah polisi mengultimatum.

Supported By:

Jumat, 03 Oktober 2014

Demo FPI Rusuh, 12 Polisi Luka Terkena Lemparan Batu

www.ligaasia.com

Tak hanya anggota FPI, polisi juga banyak yang terluka akibat demo di depan DPRD DKI Jakarta. Sebanyak 13 orang polisi terluka, 2 di antaranya adalah perwira.

"Kapolsek Gambir AKBP Putu Putera Sadana dan Kasubnit Provost Iptu Ali terkena luka di bagian pelipis," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan Atmaja di Pospol Gambir, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2014).

Selain keduanya, ada 7 orang anggota Sabhara dan 4 orang anggota Brimob yang juga terluka. Rata-rata mereka menderita luka di bagian kepala akibat lemparan batu massa FPI.

Mereka ada yang dirawat di RSCM, RS Gatot Subroto dan di mobil ambulans yang berada di lokasi demo. "Untuk Kapolsek dirujuk ke RS Pelni," ujar Tatan.

Sementara itu, saat ini situasi di sekitar Gambir, yaitu di kawasan Jl Medan Merdeka Selatan dan sekitarnya telah kondusif. Namun polisi masih bersiaga jika ada anggota FPI yang berkeliaran di jalan dan melakukan kerusuhan akan ditangkap.

"Kalau ada anggota FPI yang mengganggu ketertiban akan kami tangkap," tutupnya.


Supported By:
Ligaasia.com