Tampilkan postingan dengan label PKS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 September 2014

Anis Matta: Koalisi Merah Putih Kubu Konservatif, di Sana Kubu Liberal




Jakarta - Presiden PKS Anis Matta menyinggung soal dua kubu dalam perpolitikan Indonesia. Dia menyebut kubu konservatif dan liberal.

Pembelahan ini adalah pembelahan konservatif dan liberal. Kita ini KMP mewakili konservatif dan yang sebelah sana liberal," jelas Anis dalam pembekalan anggota DPR kubu koalisi merah putih di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (26/9/2014).

Menurut Anis, pembelahan dua kubu ini harus disikapi dengan baik. "Mungkin tidak persis sama konstruksinya. Ada pembelahan 2 kubu ini, saya kira ini satu lompatan yang penting," jelasnya.

Anis menegaskan, Pilpres kali ini adalah Pilpres yang paling brutal dan sadis. Karena itu, Anis memuji perjuangan rekan-rekannya di koalisi.

Jadi kita perlu mengapresiasi teman-teman," tutupnya.

Supported By:

Minggu, 21 September 2014

PKS Sindir Komitmen Jokowi Soal Koalisi Tanpa Syarat



www.ligaasia.com

Presiden dan wapres terpilih Jokowi-Jusuf Kalla memberikan 16 kursi menteri dari kalangan politik untuk kabinetnya nanti. PKS menyindir hal itu sebagai inkonsistensi Jokowi-JK yang pernah berteriak-teriak akan membenntuk koalisi tanpa syarat saat masa kampanye.

Sekalipun mereka mengatakan 'ya nanti bergabung nggak ada transaksional, nggak ada tawaran kursi menteri'. Tapi di saat bersamaan Pak Jokowi dan Pak JK sudah menyampaikan tentang postur kabinet yang dari 34 itu, 16 nya dari parpol," kata Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (21/9/2014).

Selain itu, Hidayat mengatakan telah mendengar penyataan dari PDIP bahwa Lukman Hakim Syaifuddin akan kembali diangkat menjadi Menag. Namun syaratnya, PPP harus merapatkan dukungan ke pihak Jokowi-JK.

"Itukan bagian dari apa yang sudah dibuka oleh mereka, bahwa ternyata di balik itu ada juga transaksi tentang barter menteri dan lain sebagainya," ucap Hidayat.

Hidayat juga meminta agar kubu Jokowi-JK tidak merayu PKS untuk mengisi jabatan menteri. Menurutnya akan lebih adil jika jabatan tersebut diserahkan kepada partai yang saat ini berkoalisi dengan kubu Jokowi-JK.

"Bagi-bagi habis aja dulu kepada rekan-rekan di sana. Orang mereka yang berjuang luar biasa untuk Pak Jokowi, masa nggak dibagi, malah dibagi- bagi ke yang lain," tutupnya.


Supported By: