Sabtu, 13 Desember 2014

Penumpang Siram Air Panas ke Wajah Pramugari


Sebuah pesawat milik maskapai AirAsia yang tengah terbang ke China terpaksa kembali ke Bangkok. Ini akibat ulah seorang penumpang perempuan yang marah dan dengan sengaja menyiramkan air panas ke wajah seorang pramugari yang ada di di dalam pesawat.

Alasannya sederhana. Ia berangkat bersama pacarnya. Tapi mereka malah tidak duduk bersebelahan. Si perempuan komplain dan meminta agar mereka jangan dipisahkan. Pramugari pun berusaha mencari bangku yang kosong. Seorang penumpang akhirnya berpindah tempat agar keduanya bisa duduk berdampingan.Tapi perempuan itu tetap saja berteriak dan marah-marah di dalam pesawat dengan nomor penerbangan FD9101 ini

Pertengkaran pun akhirnya mereda. Ketika malam tiba, si perempuan membeli mie instan dan meminta air panas kepada si pramugari. Ketika air panasnya dibawakan, perempuan itu langsung menyiramkan seluruh airnya ke wajah si pramugari.

Dilansir dari Bangkok Post, pihak maskapai menyatakan kepolisian Thailand menjatuhkan hukuman denda kepada para penumpang asal China tersebut dan mereka telah meninggalkan Thailand dengan pesawat lain, Jumat (12/12).

Sedangkan pramugari yang disiram air panas harus mendapat perawatan medis ringan dan kini sudah dalam keadaan baik.

Supported By:

Jumat, 12 Desember 2014

SBY Juga Berduka, Kirim Karangan Bunga Pada Een Sukaesih


Pejuang pendidikan asal Sumedang, Een Sukaesih, wafat setelah menyerah pada penyakitnya. Setelah prosesi pemakaman yang dihadiri oleh ratusan siswa SD dan pejabat tinggi Jawa Barat dan Sumedang, tampak belasan karangan bunga memenuhi rumah guru tersebut.

Ketika detikcom menyambangi kediaman Een Sukaesih di Dusun Batu Karut RT 01/002, Desa Ciberuem Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (12/12/2014), karangan bungan dari beberapa pejabat tinggi dan lembaga pendidikan telah berjejer. Salah satunya adalah karangan bungan dari mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Tak hanya dari SBY, karangan bunga pun turut dikirimkan oleh pejabat tinggi Jawa Barat, seperti karangan bunga dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedy Mizwar, Kapolres Sumedang, AKBP Yully Kurniawan, dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Saat prosesi pemakaman yang diadakan pagi ini, ratusan pelayat dan siswa SD ikut mengantarkan kepergian pahlawan pendidikan Jawa Barat tersebut. Lagu 'Terima Kasih Guru' bersama isak tangis para siswa SD turut mengiringi Een Sukaesik ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Een Sukaesih merupakan pejuang pendidikan asal Sumedang yang tubuhnya lumpuh. Walau di tengah keterbatasan, dia tetap menyebarkan ilmu kepada muridnya. Namun Jumat (11/12), pukul 15.20 WIB, Een akhirnya meninggal dunia di RSUD Sumedang setelah beberapa hari dirawat karena mengalami muntah-muntah dan tak ada asupan nutrisi ke dalam tubuhnya.

Supported By:

Selasa, 09 Desember 2014

Ahok sindir Fachrurrozi : Lumayan ada yang nolong enggak digaji


Ketua Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) Fachrurrozi Ishaq mendaulat dirinya sebagai gubernur DKI Jakarta versi ormas FPI. Tak mau kalah dengan Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok, dan gubernur DKI sebelumnya Joko Widodo, dia juga akan melakukan blusukan.

Ahok, sapaan Basuki, semula malas menanggapi gubernur DKI Jakarta tandingan. Namun setelah mengetahui Fachrurrozi akan blusukan, dia malah tertawa dan bahagia.

"Bagus donk. Makanya ini menolong orang DKI punya gubernur enggak dibayar APBD DKI kan lumayan. Saya juga seneng ada yang bantu kerja blusukan," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/12).

Dia menambahkan, dengan adanya Fachrurrozi sebagai gubernur DKI Jakarta tandingan, maka tugasnya akan sedikit berkurang. Mantan bupati Belitung Timur ini berharap, Fachrurrozi juga membuat laporan hasil blusukannya.

"Mudah-mudahan dia bikin laporannya ke saya biar bisa saya tindak lanjuti. Saya punya gubernur satukan lumayan yang nolongkan enggak digaji. Nanti lapor aja ke saya blusukan hasilnya apa," tutup Ahok.

Supported By:

Senin, 08 Desember 2014

Mendagri Tjahjo Tegaskan Pemerintah Tak Intervensi Konflik Golkar


Pemerintah dituding ikut campur dalam kisruh di tubuh Partai Golkar. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo membantah tudingan itu.

Tjahjo mengatakan dirinya tidak pernah menghadiri undangan Munas Golkar baik di Bali maupun di Jakarta. Dia pun mengaku heran jika disebut ada campur tangan pemerintah dalam kisruh partai berlambang pohon beringin itu.

"Di mana campur tangannya? Aku hadir aja nggak, undangannya juga nggak ada. Nggak ada undangan di Bali, yang di Jakarta juga," ujar Tjahjo di Kantor Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014).

Tjahjo mengatakan beda halnya saat dia menghadiri acara Muktamar PPP di Surabaya. Saat itu statusnya masih sebagai Sekjen PDIP.

"Kalau dulu waktu PPP, saya sebagai sekjen partai, belum pemerintah. Kan boleh-boleh saja," katanya.

"Kok lalu ditulis kursinya 'Tjahjo Kumolo', padahalkan kursinya yang hadir," tambah Tjahjo.
Tjahjo pun bingung jika disebut pihaknya ikut campur. Dia pun meminta untuk bertanya saja ke pihak Golkar.

"Jadi, tanya ke mereka (Golkar), kok tanya saya," jawab Tjahjo saat ditanya soal pemerintah disebut ikut intervensi soal Golkar.

Supported By:

Minggu, 07 Desember 2014

Munas Jakarta Daftarkan Kepengurusan Baru Golkar ke Kemenkum HAM Besok


Munas Partai Golkar IX versi Presidium Penyelamat Partai bergerak cepat untuk mendaftarkan kepengurusan ke Kementerian Hukum dan HAM. Mereka akan mendaftar besok, setelah munas selesai digelar malam ini.

"Langsung besok diserahkan," kata pimpinan sidang Munas IX Jakarta Leo Nababan kepada wartawan di sela munas, di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (7/12/2014).
Leo menjabarkan, sore ini Munas akan menyelesaikan rapat komisi-komisi yang telah digelar dalam tiga forum berbeda. Lalu dilanjutkan dengan paripurna hasil rapat komisi, yang diperkirakan ‎selesai pada magrib ini.

"Selesai komisi, saya pimpinan sidang memastikan malam ini (pemilihan ketua umum -red)," ujar Wasekjen Golkar yang dipecat Ical itu.

Leo menuturkan, jam berapapun selesai pemilihan ketua umum, Senin (8/12) besok pengurus baru akan langsung mendaftarkan perubahan kepengurusan itu kepada Kemenkum HAM.

"Hasil munas siang besok sudah diangkat ke Menkum HAM," tuturnya.
Sementara soal kubu Aburizal yang juga mendaftarkan kepengurusan hasil Munas Bali, Leo mempersilakan kepada pemerintah menentukan kepengurusan yang sah.

"Silakan itu hak mereka (kubu Ical mendaftarkan kepengurusan -red). Biar pemerintah tentukan siapa yang sesuai konstitusi," tegasnya.

Supported By:

Jumat, 05 Desember 2014

Priyo: Lebih dari 300 DPD Golkar Berdatangan ke Ancol


Presidium Penyelamat Partai Golkar menggelar silaturahim dengan DPD I dan DPD II Golkar di Hotel Mercure Ancol. Sudah lebih dari 300 pemilik suara dari DPD I dan II berdatangan, akankah forum ini disulap jadi Munas?

"Lebih dari 300 DPD II dan beberapa DPD I sudah berduyun-duyun ke Ancol. Mereka merasa miris dengan cara-cara yang mencemari Partai Golkar. Mereka datang untuk kembali menegakkan nilai-nilai yang sudah ternodai Munas Bali," kata anggota Presidium Penyelamat Golkar, Priyo Budi Santoso, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (6/12/2014).

Presidium memang tengah memantapkan persiapan Munas penyelamatan Golkar. Namun dijadwalkan akan digelar Januari 2015. Meski demikian bisa saja waktunya dimajukan karena ada sinyal positif setelah Presidium bertemu Wapres Jusuf Kalla.

"Wapres sangat positif demi demokrasi di Golkar dan itu menguatkan itikad kita menyelenggarakan Munas," kata Priyo.

"Saya juga berterimakasih kepada aparat keamanan dan menteri kabinet yang bersedia mensupport keamanan Munas di Jakarta ini sehingga menghindarkan Golkar dari tabiat jahat yang mencemari partai beringin," lanjutnya.

Priyo mengajak DPD I dan II Golkar yang lain untuk bergabung. Dia meyakinkan tak akan ada pemecatan karena hasil Munas Golkar kubu Aburizal Bakrie di Bali juga belum diakui pemerintah.

"Kepada para ketua DPD I dan DPD II untuk tetap tenang karena tidak bakalan ada pemecatan. Karena kepengurusan hasil Munas Bali belum disahkan Kemenkum HAM dan tak punya wewenang untuk memecat," pungkasnya.

Supported By:

Ini Sikap Tegas SBY Tak Mau Kerjasama dengan KMP di DPR


Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono kecewa dengan sikap Golkar yang menolak Perppu tentang Pilkada langsung. Sinyal PD bakal merapat ke Koalisi Indonesia Hebat semakin kuat.

Keputusan Munas Golkar yang menolak Perppu Pilkada langsung tersebut langsung didukung oleh sejumlah parpol anggota KMP seperti PKS dan Gerindra. SBY merespons sikap nyeleneh KMP itu dengan tegas.

Sembari membeberkan perjanjian KMP dengan PD terkait Perppu Pilkada langsung, SBY mengungkit perjanjian kerjasama antara KMP dan PD di parlemen. Syarat mutlak PD mau bersama KMP di kepemimpinan DPR dan MPR adalah komitmen untuk menyetujui Perppu Pilkada langsung yang dikeluarkan SBY.

"Kini, secara sepihak Partai Golkar menolak Perppu, berarti mengingkari kesepakatan yang telah dibuat. Bagi saya hal begini amat prinsip," kata SBY meluapkan kekecewaannya melalui twitter, Kamis (4/12/2014) malam.

SBY kemudian menegaskan sikap PD tak mau bekerjasama lagi dengan parpol yang menurutnya tak konsisten dan mengingkari kesepakatan. Tanda ini jelas menegaskan PD tak sudi lagi bekerjasama dengan KMP di DPR.

"Tidak mungkin PD bisa bekerja sama dengan pihak-pihak yang tidak konsisten, ingkar kesepakatan dan meninggalkan komitmen begitu saja," katanya.

Benar saja, SBY langsung memanggil Ketua Harian DPP PD Syarief Hasan. SBY langsung menginstruksikan Syarief berkomunikasi dengan Koalisi Indonesia Hebat. Untuk sementara pembahasannya baru seputar bagaimana menyetujui Perpu Pilkada langsung.

"Tadi pagi saya komunikasi. Ya pokoknya sama KIH-lah. Mereka mendukung Pilkada langsung," kata Ketua Harian DPP Demokrat Syarief Hasan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Lalu apakah kerjasama PD dengan KIH ini bakal menjadi koalisi yang lebih permanen lagi? Dinamika politik di DPR pun semakin menarik karena manuver PD merapat ke KIH bakal mengubah peta politik di Senayan.

Supported By: